Negara-negara besar yang merupakan pengkonsumsi tembakau :
Cina 1,697,291
Amerika 463,504
Rusia. 375,000
Jepang 299,085
Indonesia 178,300
Jerman 148,400
Turki 116,000
Brasilia 108,200
Itali 102,357
Lebih dari 7 dari 10 (73%) pria tanpa pendidikan formal merokok, dibandingkan dengan 44,2% pada mereka yang tamat SLTA. Pria berpenghasilan rendah: prevalensi lebih tinggi namun konsumsi lebih rendah. Makin rendah penghasilan, makin tinggi prevalensi merokoknya. Sebanyak 62,9% pria berpenghasilan rendah merokok secara teratur dibandingkan dengan 57,4% pada pria berpenghasilan tinggi. Namun pendidikan yang lebih tinggi berarti konsumsi yang lebih tinggi pula.
Pria berpenghasilan tinggi merokok sekitar 12,4 batang per hari dibandingkan dengan 10,2 batang pada pria berpenghasilan rendah. Sebagian besar (68,8%) perokok mulai merokok sebelum umur 19 tahun, saat masih anak-anak atau remaja.
PERLU KITA KETAHUIN INDONESIA BERADA DITINGKAT KETIGA DENGAN JUMLAH PEROKOK TERBANYAK DI DUNIA DAN BERADA DI TEMPAT PERTAMA DENGAN PEROKOK DIUSIA REMAJA TERBANYAK DIDUNIA
sumber:
http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2006/06/01/brk,20060601-78242,id.html
SEBAB-SEBAB UTAMA REMAJA MEROKOK MENURUT HASIL WAWANCARA SAYA TERHADAP BEBERAPA NARASUMBER :
1.Karena ikut-ikut teman
2.Karena rasa ingin tahu
3.Pendidikan yang buruk
4.Orang tua yang kurang pendidik
5.Kurangnya pengetahuan atau kesadaran tentang bahaya rokok
6.Masalah-masalah yang dihadapi terlalu banyak
Beberapa penyakit yang timbul karna rokok yaitu seperti :
-Penyakit jantung dan stroke
-Kanker paru
-Kanker mulut
-Osteoporosis
-Katarak
-Psoriasis
-Impotensi
Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Merokok haram hukumnya berdasarkan makna yang terindikasi dari zhahir ayat Alquran dan As-Sunah serta i’tibar (logika) yang benar. Allah berfirman (yang artinya), “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan.” (Al-Baqarah: 195).
Maknanya, janganlah kamu melakukan sebab yang menjadi kebinasaanmu. Wajhud dilalah (aspek pendalilan) dari ayat di atas adalah merokok termasuk perbuatan yang mencampakkan diri sendiri ke dalam kebinasaan.
Sedangkan dalil dari As-Sunah adalah hadis shahih dari Rasulullah SAW. bahwa beliau melarang menyia-nyiakan harta. Makna menyia-nyiakan harta adalah mengalokasikannya kepada hal-hal yang tidak bermanfaat. Sebagaimana dimaklumi bahwa mengalokasikan harta dengan membeli rokok adalah termasuk pengalokasian harta pada hal yang tidak bermanfaat, bahkan pengalokasian harta kepada hal-hal yang mengandung kemudharatan.
Dalil yang lain, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, “Tidak boleh (menimbulkan) bahaya dan tidak boleh pula membahayakan orang lain.” (HR. Ibnu Majah dari kitab Al-Ahkam 2340).
Jadi, menimbulkan bahaya (dharar) adalah ditiadakan (tidak berlaku) dalam syari’at, baik bahayanya terhadap badan, akal, ataupun harta. Sebagaimana dimaklumi pula bahwa merokok adalah berbahaya terhadap badan dan harta.
Adapun dalil dari i’tibar (logika) yang benar yang menunjukkan keharaman rokok adalah karena dengan perbuatan itu perokok mencampakkan dirinya ke dalam hal yang menimbukan bahaya, rasa cemas, dan keletihan jiwa. Orang yang berakal tentu tidak rela hal itu terjadi pada dirinya sendiri. Alangkah tragisnya kondisinya, dan demikian sesaknya dada si perokok bila tidak menghisapnya. Alangkah berat ia melakukan puasa dan ibadah-ibadah lainnya karena hal itu menghalagi dirinya dari merokok. Bahkan, alangkah berat dirinya berinteraksi dengan orang-orang saleh karena tidak mungkin mereka membiarkan asap rokok mengepul di hadapan mereka. Karena itu, Anda akan melihat perokok demikian tidak karuan bila duduk dan berinteraksi dengan orang-orang saleh.
Tahun 2008 lalu, MUI telah mengeluarkan fatwa berikut:
“Merokok Hukumnya adalah HARAM bagi anak-anak dibawah usia 17 Tahun”
Tentunya, karena usia remaja adalah usia dimana anak masih dalam keadaan belum stabil, sehingga akan sangat berdampak buruk jika remaja (<17 tahun) mulai merokok.
atm dengan sumber :PLH-SMAN8pekanbaru.blogspot.com




